Mencari Santiago Di Redang

Saya tidak bertemu Santiago di Redang. Namun, suasananya itu berdikit tersuluh bak terbitnyaR17
matahari hingga saya kerap terhayal dan saya menjumpai diri saya sendiri.

Ada sesuatu tentang laut. Isinya jika tersuluh cahaya memberi definasi sebenar erti warna itu. Dan saya sedar juga dasar dan isinya itu lebih berwarna. Dengan kegarangan warna-warnanya dari isinya itulah yang menghayalkan saya.

R33
Suasana laut dan pantai itu mempengaruhi. Saya terlupa erti keindahan itu sehingga saya terlihat jaluran warna biru yang menandakan sempadan kedalaman laut itu beserta dengan terbitnya sang suria yang berdikit mencorak-corakkan warna alam.

R21
Di Redang, saya merasai udara yang disedut. Saya menutup mata dan tergetar urat-urat tubuh yang membangkitkan rasa yang telah lama terlupa.

Inilah keindahan "sebenar" ciptaan yang Maha Esa. Sudah terlalu lama saya diracuni keindahan ciptaan manusia dan saya perlu kembali.R20

Saya tidak bertemu Santiago di Redang. Sebaliknya, saya bertemu diri saya sendiri…

*Santiago - The Old Man & The Sea.

2 Responses to “Mencari Santiago Di Redang”

  1. Emila Says:

    Di Redang itu tidak adakah perkampungan nelayan?

  2. Helmy Says:

    Salam.

    Ada. Cuma tengok-tengok dari jauh saja - tak cukup masa.

Leave a Reply